"Kita ingin mengetahui sampai hari ini sudah berapa orang yang sudah lengkap dan yang mana yang belum," kata Ketua Pansel KPK, Patrialis Akbar kepada wartawan di Gedung Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/6/2010).
Selain itu, Pansel juga akan membahas mekanisme kode etik panitia. Ke depan akan diatur informasi mana saja yang bisa dibuka ke publik dan yang tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patrialis menambahkan, Pansel sekarang mulai memikirkan sistem yang tepat untuk menjemput beberapa calon yang dianggap layak menjadi pimpinan KPK. Namun ia menegaskan, orang yang akan dijemput tersebut tidak akan dipilih secara personal, tapi melalui institusi.
"Kalau bisa yang punya reputasi sehingga kalau ada apa-apa, intitusinya bisa tanggung jawab," ungkapnya.
Terkait soal maraknya pendaftaran dari kalangan advokat, Patrialis belum bisa menentukan mana yang layak dan mana yang tidak. Meskipun ada beberapa nama yang pernah membela koruptor, Patrialis enggan berpikiran negatif sebelum melakukan pemeriksaan.
"Kita juga tidak boleh langsung negative thinking, kalau dia langsung salah atau korupsi. Kalau begitu siapa yang nanti membela koruptor kan mereka belum tentu salah. Pokoknya panitia akan transparan," tegasnya.
Rapat evaluasi ini digelar di lantai 7 Gedung Kemenkum HAM sejak pukul 10.00 WIB. Rapat dihadiri semua anggota Pansel KPK. Hingga saat ini sudah ada sekitar 165 peminat yang datang ke pansel KPK. Dari jumlah tersebut, baru 20 orang yang berkasnya lengkap. Para pendaftar didominasi kalangan advokat.
(nvc/ndr)











































