"Cerita mereka pada saat ditangkap barang-barang pribadi mereka dirampas," kata Pemimpin Redaksi Hidayatullah, Mahladi, kepada detikcom, Kamis (3/6/2010).
Bahkan awalnya paspor para aktivis sempat dirampas. Namun setelah diinterogasi, paspor dikembalikan lagi pada saat mereka akan dideportasi. Selain barang-barang pribadi, alat komunikasi juga disita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini dari 12 warga negara Indonesia yang mengikuti misi Freedom Flotilla, 10 orang sudah berada di Amman, Jordania.
Sementara 2 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Haifa, Israel, karena mengalami luka tembak yakni Surya Fahrizal relawan Sahabat Al Aqsha dari Hidayatullah dan relawan Kispa, Okvianto.
(Rez/nrl)











































