Spekulasi itu beredar di kalangan jurnalis Gedung Putih. "Dengan adanya musibah lingkungan di Teluk (Meksiko-red) yang menyedot perhatian pemerintah, para jurnalis mulai bertanya apakah Presiden Obama benar-benar merencanakan meninggalkan AS selama 11 hari untuk perjalanan ke luar negeri," tulis staf The Washington Post, Michael D Shear, dalam terbitan 2 Juni 2010.
Ketika spekulasi itu ditanyakan pada Gedung Putih, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Bill Burton menyatakan bahwa kunjungan Obama masih sesuai jadwal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa memperhatikan diskusi apa saja yang mungkin telah terjadi, rencana perjalanan itu masih sesuai jadwal," imbuhnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada jadwal resmi tentang kunjungan itu yang dilansir Gedung Putih.
Publik Indonesia baru mengetahui kapan pastinya Obama ke Indonesia berdasarkan statemen Wakil Menlu Mario Otero yang menyatakan Obama ke Indonesia pada 14 Juni. Selain itu, tidak ada detail.
Di Indonesia, Obama dijadwalkan berbicara dengan Presiden SBY di Jakarta. Lalu dia bertolak ke Bali, sebelum ke Canberra untuk bertemu dengan PM Kevin Rudd dan berpidato di depan parlemen Australia.
Bila Obama memilih menunda lagi perjalanan ini, berarti ini kedua kalinya dia menunda perjalanan pada detik-detik terakhir. Sebelumnya, dia dijadwalkan ke Indonesia pada Maret, namun dibatalkan beberapa hari sebelum berangkat karena memilih mengawal pembahasan RUU Kesehatan yang penuh sejarah.
Saat ini pemerintah Obama sedang menghadapi krisis lingkungan akibat tumpahan minyak di Teluk Meksiko yang telah meluas hingga ke Florida.
British Petroleum (BP) masih berusaha keras menutup kebocoran itu hingga harus merogoh koceknya nyaris 990 juta dolar.
(nrl/Rez)











































