Permintaan tersebut telah disanggupi oleh Dubes RI Hamid Awaludin dalam pertemuan dengan Mufti Dagestan Ahmad Muhamad Abdullah dan miliuner muslim Rusia Abusupyan Kharkharov di Moskow (2/6/2010).
KBRI Moskow telah menggandeng Kementerian Agama serta salah satu perusahaan ONH Plus untuk memberikan pelatihan haji di Rusia pada akhir Juni, demikian Konselor Pendidikan, Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Moskow M. Aji Surya kepada detikcom malam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti setelah mendapat pelatihan, jamaah kami juga akan sebagus jamaah Indonesia,β ujar Abusupyan sambil tertawa lebar.
Dubes Hamid menggarisbawahi bahwa kegiatan pelatihan tersebut adalah salah satu dari bagian diplomasi sesuai dengan kebutuhan pasar. βInilah salah satu cara untuk mendekatkan kedua umat yang dahulu sempat terbelah dan bahkan tidak saling mengenal,β kata Hamid, yang setengah tahun lalu juga menerima permintaan serupa dari Mufti Tatarstan.
Terkait pelatihan kini tinggal mengatur jadwal, karena kemungkinan pelatihan akan berlangsung di 3 kota, yakni Moskow, Kazan dan Dagestan.
Materi pelatihan mencakup persiapan (pembayaran, pendaftaran, manasik, booking penginapan dan penerbangan), keberangkatan dari berbagai daerah (penginapan hingga penerbangan), pelaksanaan di tanah suci serta pengembalian jamaah ke kampung halaman.
"Semua itu sangat penting, mengingat muslim di Rusia tersebar di berbagai daerah yang luasnya melebihi Indonesia. Karakteristiknnya hampir mirip Indonesia," terang Aji.
Menurut Aji, gairah muslim di Rusia dalam beberapa tahun terakhir sedang pasang, setelah sempat dilarang selama 70 tahun oleh rezim komunis. Semangat beragama khususnya dalam pendirian masjid dan ibadah haji menjadi tren masyarakat umum.
"Jumlah jamaah haji dari 24 juta muslim Rusia terus meningkat. Tahun lalu tercatat kenaikan 6000 orang menjadi 35 ribu jamaah. Umumnya mereka berasal dari Dagestan, Tatastan dan Moskow," demikian Aji.
(es/es)











































