"Saya tahu dia punya penyakit, tapi saya tidak tahu seberapa penyakitnya itu. Ke arah kejanggalan kemungkinan ada, sebaiknya pihak terkait melakukan visum untuk mengetahui kematian Hengky," kata Oentarto kepada detikcom, Rabu (2/6/2010).
"Jangan sampai ada yang memanfaatkan atas meninggalnya Hengky," sambung mantan Dirjen Otda Depdagri ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Hengky diketahuinya diperkenalkan kepada rekanan pejabat daerah melalui Mantan Mendagri. "Dia kan diperkenalkan sama HS. Kalau kemana-mana pasti ikut dengan HS," cerita Oentarto.
Ia berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap memproses secara hukum keterlibatan Hari Sabarno dalam kasus pengadaan alat berat tersebut, walaupun saksi kunci sudah tidak ada.
"Di Fakta persidangan kan jelas kalau Hengky menyebutkan ada keterlibatan HS. Seharusnya memperlakukan orang terkait kasus ini secara adil," tegas Oentarto.
(ahy/Rez)










































