"Detonator yang dibuat untuk pertambangan atau kepentingan sipil. Bukan untuk alustista," ujar Kapolres Malang, AKBP Andhi Hartoyo, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (2/6/2010) malam.
Andhi mengaku saat mendatangi lokasi kejadian, pihaknya telah melakukan antisipasi keamanan dengan menyemprotkan air di dalam ruangan lokasi ledakan. "Agar tidak meledak, kami semprotkan air ke dalam ruangan yang meledak," terang mantan Kapolresta Madiun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andhi menegaskan, pihaknya akan mendatangkan Tim Labfor Polda Jatim untuk menyelidiki penyebab ledakan. "Mungkin besok jam 9 pagi, Tim Labfor telah datang," tegasnya.
(bdh/Rez)











































