"Mereka (Israel) brutal dan arogan, tapi pesan kami sampai ke segala penjuru dunia bahwa blokade Gaza tidak adil dan harus dicabut segera," cetus Walid al-Tabtabai, seorang anggota parlemen Kuwait yang ikut dalam rombongan misi kemanusiaan Freedom Flotilla.
Menurut al-Tabtabai, tak ada satu pun senjata yang dipegang para penumpang kapal. Padahal pemerintah Israel mengklaim bahwa pasukannya lebih dulu diserang dengan pisau dan senjata lainnya oleh beberapa penumpang di salah satu kapal, Mavi Marmara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang aktivis asal Aljazair, Izzeddine Zahrour mengaku mendapat perlakuan buruk selama ditahan Israel. Dikatakannya, otoritas Israel tidak memberikan cukup makanan dan minuman. Bahkan mereka juga kurang tidur dan tidak dibolehkan menggunakan toilet.
"Mereka memborgol kami, mendorong-dorong kami dan menghina kami," tutur Zahrour seperti dilansir Xinhua, Rabu (2/6/2010).
Ratusan aktivis lainnya saat ini masih ditahan di Israel. Namun diperkirakan mereka akan dideportasi dalam beberapa hari ini.
(ita/nrl)











































