"Saya pikir situasi itu dari perspektif kami sangatlah sulit dan membutuhkan respons yang hati-hati, bijaksana dari semua pihak terkait," kata Hillary usai pertemuan dengan Menlu Turki Ahmet Davutoglu di Washington seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (2/6/2010).
Dalam pertemuan itu Davutoglu mendesak Washington mengambil sikap jelas terhadap penyerangan Israel. Menurut pemerintah Israel, serangan itu telah menewaskan setidaknya 9 orang. Kebanyakan korban berkebangsaan Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengharapkan solidaritas penuh untuk kami," tuturnya. "Seharusnya itu bukan pilihan antara Turki dan Israel. Itu seharusnya pilihan antara benar dan salah," tegasnya.
Turki dan AS selama ini menjalin hubungan yang sangat baik. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS P.J. Crowley mengatakan, Washington akan mengupayakan adanya peran internasional dalam penyelidikan atas penyerangan Israel tersebut.
"Turki punya kepentingan vital dalam hal ini. Negara-negara lain juga punya kepentingan vital dalam hal ini," kata Crowley.
"Kami akan bekerja dalam Dewan Keamanan PBB dan lebih luas lagi untuk melihat bagaimana elemen internasional bisa dimasukkan ke investigasi ini," pungkasnya.
Sebelumnya Dewan Keamanan PBB mengeluarkan statemen resmi yang mengutuk jatuhnya korban jiwa dalam serangan itu. DK PBB juga menyerukan adanya penyelidikan yang netral dan transparan atas peristiwa itu.
(ita/nrl)











































