"Perlu penataan pemukiman padat agar ada fasilitas air hidran atau pemadam. Itu salah satu prasyarat kampung siaga bencana," ujar Mensos dalam rilisnya melalui pesan singkat ke detikcom, Rabu (2/6/2010).
Salim juga mengusulkan agar warga diberi bimbingan dalam menggunakan kompor gas secara benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari data yang didapatkan Kemensos, rumah petak yang ludes terbakar sebanyak 380 dan 3 musala. Akibatnya, sebanyak 462 kepala keluarga atau 2.410 jiwa kehilangan tempat berteduh. Korban luka 1 orang bernama Rudy, karena terjatuh di musala. Rudi kini dirawat di RS Persahabatan.
Kemensos juga telah mengerahkan tim evakuasi dari 5 wilayah di DKI, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) pusat sebanyak 75-100 orang. 32 Orang di antaranya bertugas di dapur umum untuk para pengungsi.
Untuk bahan makanan dan sarapan pagi, sudah ada 2.000 paket makanan yang disiapkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Untuk makan siang dan malam disiapkan 2.000 paket oleh Tagana.
(gun/nrl)











































