"Pemilik Honda Jazz sudah kita mintai keterangannya, Selasa (1/6), kemarin. Dia statusnya sebagai saksi dari pihak korban," kata Kepala Satuan Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Rivai saat dihubungi wartawan, Rabu (2/6/2010).
Rivai menjelaskan, pemilik Honda Jazz yang masih dirahasiakan namanya ini awalnya mengalami serempetan mobil dengan sebuah taksi berwarna putih di Duri Kosambi, Minggu (30/5) lalu. Kemudian terjadi percekcokan di antara keduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai keributan, lanjutnya, pemilik Honda Jazz kembali ke lokasi dengan membawa massa, termasuk Endid, bermaksud untuk menyelesaikan percekcokan sebelumnya. "Namun yang ada, massanya ini emosi sehingga terjadi keributan lagi," tambahnya.
Keributan di antara kedua belah pihak ini lalu membuahkan petaka. Endid tewas terkena bacokan clurit.
Terkait keterlibatan pemilik Honda Jazz, Rivai belum memastikan apakah akan ditetapkan sebagai tersangka. "Belum tahu, kita fokuskan ke pelaku yang menyebabkan kematian Endid terlebih dulu," jelasnya.
Sementara itu, adik ipar Endid, M Ikhsan, sebelumnya mengatakan, kerusuhan berawal saat Endid dipanggil untuk mendamaikan peristiwa serempetan mobil Honda Jazz milik temannya dengan sebuah taksi di Duri Kosambi.
"Awalnya hanya disuruh mendamaikan masalah serempetan mobil saja, kita tidak menyangka sampai terjadi kerusuhan," katanya.
(mei/irw)











































