Menikmati Pagi di Chiang Kai-Shek

Laporan dari Taipei

Menikmati Pagi di Chiang Kai-Shek

- detikNews
Rabu, 02 Jun 2010 10:16 WIB
Menikmati Pagi di Chiang Kai-Shek
Taipei - Citra Taipei sebagai kota bisnis bukan berarti tak ada ruang publik yang bisa digunakan untuk bersantai. Pagi yang indah pun bisa dinikmati di Chiang Kai-Shek Memorial Hall.

Pukul 06:30 pagi waktu setempat, Selasa (1/6/2010), Taipei masih tampak bagaikan macan tidur, aktivitas penduduk kota bisnis ini masih belum terlalu terlihat. Jika dibandingkan, di Jakarta pada waktu yang sama biasanya sudah penuh dengan kemacetan dan kebisingan.

Meski demikian, ada beberapa lokasi yang mulai ramai dengan aktivitas sejak pagi hari. Ini adalah ruang-ruang publik yang biasa digunakan untuk berolahraga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya adalah Chiang Kai-Shek Memorial Hall. Di lokasi ini berdiri monumen untuk menghormati Chiang Kai-Shek, mantan Presiden Republik China (Taiwan).

Di pagi hari puluhan orang nampak beraktivitas di CKS, demikian lokasi ini kerap disebut. Angin yang sejuk dan suasana sekitar yang cukup rimbun membuat area ini layak dijadikan tempat olahraga pagi.

Pagi itu, serombongan pria nampak berlari mengitari lapangan, seruan 'Ha!' sesekali mereka lontarkan untuk membangkitkan semangat.

Sementara di pelataran gedung monumen sekelompok manula nampak mempraktekkan campuran senam dan ilmu bela diri. Usai melakukan gerakan dengan kipas, salah satu dari mereka kemudian memainkan tongkat ala film kungfu.

Tak jauh dari situ, di bawah jembatan salah satu gedung budaya yang berada di CKS, sekelompok wanita usia lanjut nampak sedang menari diiringi musik Jazz dari tahun 1940-an. Rupanya, ini juga merupakan salah satu bentuk olahraga.

Monumen yang Dicibir


Suasana ceria di CKS seakan mengaburkan fakta bahwa monumen ini didirikan untuk mengenang seorang pemimpin yang kontroversial. Sosok Chiang Kai-Shek tidak selalu dianggap sebagai pahlawan di Taiwan.

Kepemimpinannya di masa-masa awal Republik Cina Taiwan dikenal sebagai era 'tangan besi'. Masyarakat Taiwan saat ini pun seakan terbagi antara yang menghormati Chiang dan yang mencibirnya.

Nasib Chiang jauh berbeda dengan sahabat seperjuangannya, Dr Sun Yat-Sen, yang selalu dielu-elukan oleh segenap rakyat Taiwan. Bahkan patung Chiang, yang tadinya banyak tersebar di Taiwan, telah banyak digusur dan dipindahkan ke satu lokasi di Tzuhu.

Tapi pagi itu, tak ada hingar-bingar politik di Chiang Kai-Shek Memorial Hall maupun di lapangan Liberty Square yang ada di hadapannya. Apapun kontroversi di balik sosok Chiang, lokasi ini tetap akan menjadi salah satu sudut yang nyaman untuk menikmati Taiwan.

(wsh/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads