Pantauan detikcom, di lokasi kebakaran di gang sempit itu, Rabu (2/6/2010) warga mendatangi puing-puing rumahnya. Mereka terlihat ada yang mengambil barang yang masih bisa dijual seperti besi, tembaga, bekas kabel dan dimasukkan ke ember yang mereka bawa.
Sementara Jl I Gusti Ngurah Rai macet baik yang ke arah Jatinegara maupun ke arah Pondok Kopi. Hal ini terjadi karena masih ada beberapa pengungsi yang bertahan di pinggir jalan itu plus beberapa barangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kita sesali kenapa blamwir (mobil pemadam) datang tapi nggak bawa air. Waktu dia datang warga langsung inisiatif narik selangnya kita bawa sampai ke ujung gang. Tapi ternyata airnya nggak ada. Warga tadinya marah dan mau motong-motong itu keran pipa. Tapi kita sadar akhirnya nggak jadi. Masa mau madamin api nggak bawa air," keluh korban kebakaran warga RT 7 RW 1 Fadludin.
Rumah Fadludin sendiri tinggal puing-puing yang menjadi arang. Dia menjelaskan api pertama kali berkobar di lantai 2 rumah milik Yusuf, warga RT 05. "Langsung nyamber ke atap rumah yang lain. Anginnya kenceng banget jadi cepet. Waktu branwir datang rumah saya belum kebakar. Tapi gara-gara airnya nggak ada kebakarannnya ke mana-mana sampai rumah saya ludes," tukasnya kesal. (nwk/nrl)











































