Warga Panik Mengungsi di Pinggir Jalan I Gusti Ngurah Rai

Kebakaran di Klender

Warga Panik Mengungsi di Pinggir Jalan I Gusti Ngurah Rai

- detikNews
Rabu, 02 Jun 2010 05:30 WIB
Jakarta - Meskipun pihak Kelurahan Klender telah menyediakan 2 gedung untuk tempat mengungsi, sebagian warga masih bertahan di pinggir Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur. Mereka terlihat lelah dan lelap kendati arus lalu lintas di jalan itu sudah mulai ramai.

Pantauan detikcom di sepanjang Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur, Rabu (2/6/2010) pukul 05.00 WIB terdapat sekitar 60 pengungsi memenuhi pinggir jalan.

Mereka terlihat tidur beralaskan tikar dan terpal. Sebagian besar membawa barang-barang rumah tangga seperti TV hingga filing cabinet. Kondisi arus lalu lintas yang mulai ramai tak membuat mereka terjaga dari lelap. Beberapa pengungsi terlihat menjaga barang-barang mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Lurah Klender Agus Mulyadi mengatakan para warga yang mengungsi di pinggir jalan itu adalah warga yang panik.

"Oh iya Mas, kalau itu pengungsi panik. Mereka yang takut rumahnya kebakaran terus ngungsi di situ. Nanti juga paling pulang lagi ke rumah soalnya yang kebakaran ngungsinya di Gedung KNPI dan Gedung Pertanian," ujar Agus di lokasi kebakaran.

Sementara kondisi pengungsi di Sekretariat KNPI, yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak terlihat masih terlelap. Beberapa di antara mereka tidur tanpa alas dan ada yang beralaskan tikar. Sementara di Gedung Pertanian terlihat tenda besar sudah dipasang oleh Dinas Sosial. Di dalamnya ada belasan warga korban kebakaran yang terlelap tidur.

Salah satu korban kebakaran, Darmi (61) berharap pemerintah memberikan bantuan segera. Utamanya berkaitan dengan makanan.

"Bantuan belum ada Mas. Kita bingung nanti makannya apa. Kan semuanya kebakar. Rumah saya sama rumah anak saya juga terbakar. Belum ada bantuan makanan. Kita sih pengen bantuan makanan dulu ada. Soal bantuan lain-lain bisa belakangan," ujar Darmi yang diamini warga lain.

(nwk/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini