"Meski kasusnya cukup rumit tapi tidak usah dengan membenci orang tua. Kami hanya anak, ya dimaafkan saja," ucap Alter wartawan di restoran MC Donalds Pondok Indah Plaza, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (1/6/2010) malam.
Sejak awal, Alter selalu berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan keluarga Jane. Namun, dirinya tidak pernah ditanggapi secara baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, Alter mengaku kesal saat keluarga Jane masih meragukan jenis kelaminnya. Tapi hal itu ia anggap sebagai pelajaran bagi hidupnya.
"Sebenarnya jelas marah. Tapi saya tidak memaksa orang untuk berpikiran sama dengan saya. Kita nggak bisa memarahi orang yang mengajukan pertanyaan seperti itu. Itulah risiko yang harus kita hadapi," ujarnya.
Alter pun optimis majelis hakim di persidangan memberikan vonis bebas untuk dirinya.
Sementara, Jane yang ikut menemani nampak senang suaminya bisa kembali ke rumah. Tangannya selalu memegang erat Alter sepanjang jumpa pers. Wajah mereka pun penuh dengan senyuman mesra.
"Saya memaafkan keluarga saya. Bagaimana pun semua sudah terjadi. Mereka tetap saya anggap sebagai orang tua saya," ucap Jane.
Sebelumnya PN Jakarta Selatan mengabulkan penangguhan penanahan terhadap Alter, terdakwa kasus pemalsuan indentitas. Alter dilaporkan oleh pihak keluarga istrinya, karena meyakini Alter adalah seorang perempuan. Alter sendiri dijadwalkan akan mulai menjalani sidang pekan depan.
(ape/nwk)










































