"Lambat sekali informasi yang diperoleh pemerintah, bahkan data yang disampaikan oleh pemerintah sama dengan yang dilansir dari Israel, ada apa ini?" ujar Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis saat berbincang dengan detikcom, Selasa (1/6/2010).
Menurut Joserizal, berita yang disebarkan Israel sudah sangat distorsi untuk kepentingan Israel, sehingga pemerintah seharusnya tidak terlalu percaya dan mencari sumber lain.
"Israel bilang kalau mereka yang diserang duluan, pake apa? Di sana (kapal Mavi Marmara) adanya paling cuma pisau dapur?" tukasnya.
Jose juga menjelaskan jika penyerangan yang dilakukan oleh Israel kepada kapal kemanusiaan Mavi Marmara jelas melanggar hukum internasioanl.
"Itu perairan internasional, kenapa Israel bisa menyerang ke sana," tambah Joserizal.
Mer-C sendiri saat ini terus melakukan kontak dengan jaringannya yang berada di Timur Tengah untuk mendapatkan kepastian 12 WNI termasuk 5 relawan Mer-C.
"Kita ada rencana ke sana lewat Turki, tapi kita masih monitoring dulu," tutupnya.
(her/nwk)











































