Keputusan ini diambil setelah negara-negara anggota DK PBB menggelar rapat tertutup selama 10 jam di New York, Senin (31/5/2010) waktu setempat. Mereka meminta agar 6 kapal dan para relawan yang ditahan segera dibebaskan.
Sidang ini diawali dengan pertemuan terbuka yang berlangsung selama 90 menit. Setelah itu anggota dewan melakukan pertemuan tertutup. Mereka harus mendiskusikan teks usulan pernyataan DK PBB atas penyerangan Israel tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sama dengan banditisme dan pembajakan," kata Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu di depan anggota DK PBB. "Ini pembunuhan yang dilakukan oleh suatu negara," imbuhnya seperti dilansir Reuters, Selasa (1/6/2010).
Menurut seorang perwira senior Israel, kebanyakan dari korban tewas adalah warga Turki.
Atas penyerangan Israel itu, pemerintah AS menyampaikan statemen hati-hati. Deputi Duta Besar AS untuk PBB Alejandro Wolff mengatakan, Washington menyesalkan jatuhnya korban jiwa dan menginginkan investigasi yang kredibel dan transparan oleh Israel.
Namun Wolff juga mengkritik upaya para koordinator aksi kemanusiaan Freedom Flotilla yang mencoba menembus blokade Israel atas Gaza. "Pengiriman langsung bantuan melalui laut bukan cuma tidak tepat ataupun bertanggung jawab, tapi tentu saja tidak efektif dalam kondisi tersebut," tandasnya.
(mad/asy)











































