Sebabnya, Amerika Serikat menolak draf pernyataan berisi kecaman keras terhadap Israel yang diusulkan Turki. Demikian diungkapkan para diplomat AS seperti dilansir harian New York Times, Selasa (1/6/2010).
Dalam sidang itu, perwakilan Turki mengajukan statemen yang mengecam Israel karena melanggar hukum internasional, menuntut adanya investigasi PBB serta mendesak Israel mengadili mereka yang bertanggung jawab atas penyerangan itu dan memberikan ganti rugi untuk para korban. Turki juga menyerukan dihapuskannya blokade Israel atas Jalur Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Israel berdalih bahwa pasukan mereka lebih dulu diserang oleh para aktivis di kapal kemanusiaan tersebut.
Hingga kini, pembahasan mengenai draf statemen DK PBB masih terus berlangsung.
AS yang notabene merupakan sekutu terdekat Israel, mengeluarkan pernyataan yang hati-hati terhadap penyerangan Israel tersebut. Meski menyesalkan jatuhnya korban jiwa, namun Deputi Duta Besar AS untuk PBB Alejandro Wolff juga menyayangkan upaya para aktivis pro-Palestina untuk menembus blokade Israel atas Gaza.
"Pengiriman langsung melalui laut bukan cuma tidak tepat atau bertanggung jawab, tapi tentunya juga tidak efektif dalam kondisi seperti itu," kata Deputi Duta Besar AS untuk PBB Alejandro Wolff.
Namun Wolff juga mendesak Israel untuk melakukan investigasi kredibel dan transparan atas penyerangan itu.
(ita/nrl)











































