Hal itu disampaikan juru bicara kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.
Atas nama Uni Eropa, Ashton mendesak adanya penyelidikan penuh atas kejadian tersebut. Demikian seperti diberitakan Al Jazeera, Senin (31/5/2010).
Ashton juga menyerukan pencabutan segera blokade Israel dan Mesir atas Jalur Gaza guna membuka aliran bantuan kemanusian, barang-barang bisnis dan orang-orang dari dan ke Gaza.
"Kebijakan blokade yang terus berlangsung itu tak bisa diterima dan kontra produktif secara politik," cetus Perwakilan Tinggi Uni Eropa itu.
Setidaknya 16 orang dilaporkan tewas dalam operasi militer Israel terhadap enam kapal yang tergabung dalam konvoi Freedom Flotilla. Di antara enam kapal tersebut termasuk kapal besar Mavi Marmara yang mengangkut ratusan orang termasuk 12 WNI.
Hingga kini belum diketahui bagaimana nasib para WNI tersebut.
(ita/nrl)











































