Dialog Semakin Penting Karena Pengaruh Globalisasi

Interfaith Dialogue, Prague

Dialog Semakin Penting Karena Pengaruh Globalisasi

- detikNews
Senin, 31 Mei 2010 14:44 WIB
Dialog Semakin Penting Karena Pengaruh Globalisasi
Praha - Dialog lintas agama semakin penting untuk dilaksanakan karena ada pengaruh globalisasi, arus informasi dan teknnologi serta ada tuntutan dalam mendorong kemajuan HAM dan kebebasan berekspresi.

Hal itu disampaikan Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Ato Mudhar dalam dialog lintas agama di Praha, Ceko, Kamis (27/5/2010), dengan tema Mempromosikan Kehidupan Beragama yang Harmonis di Antara Masyarakat Majemuk.

Selain Prof. Mudhar, dialog yang dibuka oleh KUAI KBRI Praha Azis Nurwahyudi juga menghadirkan para pemuka agama dari tanah air seperti KH. Hasyim Muzadi, Uskup Johannes Pujasumarto, dan tokoh agama Kristen Ceko Prof. Tomas Halik, serta Wakil Presiden Masyarakat Islam Ceko Dr. Vladimir Sanka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam dialog yang berjalan dengan lancar dan produktif itu Uskup Johannes Pujasumarta dan K.H. Hasyim Muzadi sama-sama menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan bagaimana nilai-nilai tersebut telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Uskup Pujasumarto menegaskan bahwa dialog bukan lagi merupakan pilihan tetapi sudah menjadi suatu keharusan untuk menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik.

Sedangkah K.H. Hasyim Muzadi mengatakan bahwa hubungan yang harmonis antara demokrasi sebagai suatu sistem politik dengan Islam sebagai sistem budaya dapat memperkuat Indonesia sebagai suatu bangsa.

"Meskipun demikian juga terdapat tantangan bagimana meyakinkan agar demokrasi dan Islam bersama-sama dapat mengembangkan perekonomian, yang pada akhirnya dapat menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial," papar KH. Hasyim Muzadi.

Pembicara dari Ceko yakni Dr. Vladimir Sanka menjelaskan perkembangan Islam di Ceko yang cukup baik salah satunya karena ada dukungan dari pemerintah melalui Undang-Undang yang melindungi kebebasan hidup beragama.

Sedangkan Prof. Tomas Halik menyatakan perlunya mendukung budaya dialog lintas agama dengan komunikasi yang baik dan saling memahami perbedaan sehingga dapat mencegah clash of civilization (benturan peradaban, red).

Terobosan

Sebelumnya, dalam pidato sambutannya KUAI Azis Nurwahyudi mengatakan bahwa kegiatan dialog antar-agama ini merupakan suatu terobosan baru dalam rangka mempromosikan Indonesia di Ceko, terutama menjelaskan kehidupan beragama di Indonesia.

"Dialog yang ditujukan untuk berbagi informasi dan pengalaman ini diharapkan akan bermanfaat bagi publik Ceko, untuk mengenal Indonesia yang sangat majemuk," tutur Azis kepada detikcom, Kamis.

Sekjen Kementerian Agama RI, Bahrul Hayat PhD menyampaikan penghormatannya atas dukungan dari berbagai pihak di Ceko, sehingga dialog dapat berjalan dengan baik. Bahrul menjelaskan bahwa kegiatan dialog lintas agama di tataran domestik telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementrian Agama sejak berdirinya Republik Indonesia.

Sementara itu pemerintah Ceko juga menyambut baik kegiatan ini, seperti disampaikan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Ceko, Ing. Edita Hrda. Hrda menyampaikan bahwa sejarah telah menunjukkan keberadaan budaya dialog yang tumbuh dan berkembang dalam komunitas agama di Ceko.

"Namun demikian, sejarah juga yang sempat membatasi budaya tersebut untuk berkembang lebih pesat. Kegiatan ini sangat tepat dilaksanakan saat ini di mana semua negara di dunia berupaya untuk menciptakan harmoni antar-peradaban," ujar Hrda.

Hrda mengarapkan agar kegiatan ini dapat meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, sekaligus mendorong masyarakat kedua negara untuk saling memahami dan menghargai satu sama lain.

Dialog yang dihadiri oleh para pemuka agama, pejabat Ceko, Duta Besar dan diplomat asing, akademisi, masyarakat madani, serta kalangan media tersebut berjalan dengan sangat baik dan memberikan pandangan lain bagi pesertanya.

Beberapa Dubes negara sahabat memberikan pendapat bahwa kegiatan seperti ini penting untuk dilakukan guna memberikan pemahaman mengenai toleransi dalam kehidupan beragama. Sementara itu masyarakat Ceko yang hadir juga menyepakati pentingnya toleransi untuk membangun hubungan yang lebih baik diantara para pemeluk agama.

Untuk lebih memanfaatkan kehadiran para tokoh tersebut di Ceko, pada tanggal yang sama juga diadakan saresehan dengan masyarakat Indonesia dan para pecinta Indonesia di KBRI Praha dengan topik sama.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads