Dokumen Intelijen Polri: Susno Cerdas & Keras Dalam Membela Institusi

Dokumen Intelijen Polri: Susno Cerdas & Keras Dalam Membela Institusi

- detikNews
Senin, 31 Mei 2010 12:46 WIB
Jakarta - Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji dinilai paling layak menjadi Kapolri berdasarkan laporan dokumen intelijen Polri yang beredar. Disebutkan dalam dokumen, Susno dinilai memiliki kecerdasan dan bersikap keras dalam membela institusi Polri.

"Yang bersangkutan dikenal sebagai seorang yang cerdas, berwawasan luas di bidang hukum dan perundangan serta banyak menuliskan buku," tulis dokumen itu, Senin (31/5/2010).

Susno, dalam dokumen 5 halaman yang dibuat pada Oktober 2009 itu dituliskan juga memiliki loyalitas dan idealisme yang tinggi. "Dalam berbicara terkadang apa adanya dan keras, khususnya dalam membela institusi Polri dari serangan pihak tertentu," terang dokumen itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susno merupakan tamatan Akpol 1977 dengan NRP 54070359, lahir di Pagar Alam, Sumbar pada 1 Juli 1954, memiliki seorang istri bernama Herawati dan 2 anak yakni Indira Tantri dan Deliana. Kehidupan keluarga Susno ditulis sederhana, harmonis, dan agamis.

Susno juga dinilai memiliki prestasi bagus saat menjabat Kapolda Jabar. Dia bisa melakukan pembenahan ke dalam, serta mampu melakukan koordinasi dengan Muspida, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik.

"Sehingga yang bersangkutan kemudian dipromosikan menjadi Kabareskrim Polri. Yang bersangkutan juga memiliki disiplin dalam menegakkan aturan dan banyak melakukan inovasi berkaitan dengan pengawasan dan pengendalian di lingkungan kerjanya," tulis dokumen itu.

Sebenarnya ada 4 nama jenderal lainnya yang dinilai layak menjadi Kapolri. Mereka yakni Komjen Pol Nanan Soekarna, Irjen Pol Timur Pradopo, Irjen Pol Oegroseno, dan Irjen Pol Imam Sudjarwo. Laporan mengenai perwira tinggi yang lain pun sebenarnya sama seperti Susno, penuh dengan pujian.

Namun terkait dokumen ini, pihak Baintelkam sudah membantahnya. Kabaintelkam Polri Irjen Pol Saleh Saaf menegaskan dokumen itu tidak benar dan tidak pernah ada.

"Baintelkam tidak pernah meranking calon Kapolri karena itu bukan proses Wanjakti di lingkungan Polri. Dan itu juga bukan tugas pokok Baintelkam," terang Saleh saat dihubungi detikcom.

(ndr/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini