"Saya belum tahu siapa pelaku sebenarnya dibalik kasus ini. Biar polisi yang menyelidiki setelah kami melaporkan pada hari Jumat 28 Mei di Polres Purwodadi," kata Uding kepada detikcom dan Metro TV di rumah Butet Kertaredjasa di Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul, Minggu (30/5/2010) pukul 20.00 WIB.
Dia mengaku belum mengetahui siapa saja yang menjadi korban kasus tersebut. Saat ini yang baru diketahui adalah Butet saja dengan nominal Rp 2 juta. Sedang dengan nominal lebih kecil dari itu belum ada yang melaporkan. Selama hampir 7 bulan berbisnis tersebut dia mengaku tidak ada masalah atau komplain dari pembeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia selama menjalankan bisnis penjualan chips poker itu yang paling banyak mengetahui mengenai keuangan adalah istrinya Nethi Susanti (25) dibantu seorang karyawati bernama Fitri. Dia lebih banyak mengurusi 3 warnet yang ada di kota Grobogan.
"Semua yang mengurus istri saya, saya tidak tahu banyak. Dia yang tahu banyak soal keuangan. Sedang administrasi diurus karyawatinya terutama untuk konfirmasi pembelian," katanya bapak satu putra umur lima tahun itu.
Sebelumnya diberitakan, Butet tertipu Rp 2 juta oleh seseorang yang membajak akun YM Jajang C Noer. Butet diminta mengirim uang Rp 2 juta ke rekening Uding. Jajang 'palsu' itu meminta bantuan keuangan ke Butet untuk membayar biaya rumah sakit saudaranya.
Tanpa berpikir panjang, Butet pun langsung mentransfer uang Rp 2 juta itu ke rekening Uding. Namun akhirnya Butet sadar telah tertipu saat Jajang yang asli menghubunginya.
Sementara itu Uding mengaku kaget saat namanya muncul di sejumlah media massa. Uding pun mencoba mencari nomor telepon Butet dan menghubunginya. Uding menjelaskan pokok persoalannya.
(bgs/rdf)











































