UE Dukung Peran Sentral ASEAN dalam Kerjasama Asia-Pasifik

18th AEMM Madrid

UE Dukung Peran Sentral ASEAN dalam Kerjasama Asia-Pasifik

- detikNews
Minggu, 30 Mei 2010 17:49 WIB
UE Dukung Peran Sentral ASEAN dalam Kerjasama Asia-Pasifik
Madrid - Para menteri Uni Eropa (UE) mendukung upaya peran sentral ASEAN dalam kerjasama di Asia-Pasifik, termasuk terkait dengan isu pengembangan arsitektur kawasan. UE juga menyampaikan dukungan terhadap proses pembentukan Komunitas ASEAN.

Demikian antara lain hasil-hasil Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN–Uni Eropa ke-18 (18th AEMM) di Madrid, Spanyol (25-26/5/2010) seperti disampaikan ketua delegasi Indonesia Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN/Ketua SOM ASEAN Djauhari Oratmangun kepada detikcom hari ini, Minggu (30/5/2010).

"Dukungan terhadap Komunitas ASEAN antara lain terlihat dari upaya aksesi terhadap Treaty of Amity and Cooperation (Traktat Persahabatan dan Kerjasama, red)," terang Djauhari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan AEMM ke-18 itu membahas antara lain pelaksanaan dari Nuremberg Declaration on an ASEAN–EU Enhanced Partnership (Deklarasi Nuremberg tentang Peningkatan Kemitraan ASEAN-UE, red) dan Agenda Phnom Penh. Para Menlu ASEAN dan UE juga menyepakati prioritas kegiatan kerjasama, yang dituangkan dalam Rencana Aksi untuk tahun 2011–2012.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak bertukar pikiran mengenai arah ke depan kerjasama ASEAN-UE.

Selain itu, para Menteri ASEAN-UE juga membahas mengenai isu-isu lain yang menjadi kepentingan bersama seperti arsitektur kawasan, perubahan iklim, penanggulangan krisis ekonomi global, peningkatan arus perdagangan dan investasi antar dua kawasan, dan ancaman keamanan tradisional dan non-tradisional serta situasi di Afghanistan dan Timur Tengah, termasuk juga perkembangan proses demokrasi di Myanmar.

Perkuat Asia Tenggara-Eropa

Pertemuan menekankan status ASEAN-UE sebagai dua organisasi kawasan terdepan di dunia, terutama dengan berlakunya Piagam ASEAN dan Traktat Lisabon sebagai upaya penguatan integrasi di masing-masing kawasan.

Dalam kaitan tersebut, ASEAN-UE sepakat untuk mendorong upaya-upaya penguatan kerjasama Asia Tenggara dan Eropa. Para Menteri ASEAN dan UE menilai positif potensi strategis kemitraan ASEAN-UE.

Bagi ASEAN, UE merupakan mitra perdagangan terbesar ketiga, yang perlu terus dikembangkan dan diperkuat dengan akan dimulainya perundingan bilateral untuk pembentukan free trade area/FTA (kawasan perdagangan bebas) UE dengan masing-masing anggota ASEAN.

Menghadapi isu ketahanan energi, ASEAN-UE mengembangkan kerjasama melalui pembentukan ASEAN–EU Energy Dialogue, yang difokuskan pada pengembangan energi alternatif dan energi terbarukan.

HAM dan Kesejahteraan

Dalam upaya pemajuan HAM, UE menyambut baik pembentukan ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights/AICHR (Komisi Antar-pemerintah ASEAN tentang Hak-hak Asasi Manusia) dan ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children/ACWC (Komisi ASEAN tentang Pemajuan dan Perlindungan Hak-hak Perempuan dan Anak-anak, red). UE menyatakan kesediaannya untuk membantu ASEAN dalam pengembangan kedua komisi tersebut.

Selain itu, pihak ASEAN menyambut baik bantuan UE selama ini dalam mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial yang ada di antara negara-negara ASEAN.

Pertemuan juga menyambut baik pembentukan ASEAN Coordinating Center for Humanitarian Assistance on Disaster Management/AHA Center (Pusat Pengkoordinasian ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan pada Manajemen Bencana, red) yang berkedudukan di Jakarta. Para Menteri UE menyampaikan dukungannya untuk melakukan dialog instensif dengan pihak ASEAN guna membantu pengembangan kapasitas ASEAN dalam menanggulangi bencana dan memberikan bantuan kemanusiaan.

Timteng, Myanmar dan Global

Terkait dengan isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama, pertemuan antara lain menyambut baik dimulainya proximity talks sebagai upaya untuk memajukan penyelesaian masalah komprehensif, adil, dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Pertemuan juga mendorong penyelenggaraan Six-Party Talks melibatkan AS, Korea Utara, Cina, Jepang, Rusia dan Korea Selatan, sebagai mekanisme terbaik bagi upaya denuklirisasi, penciptaan stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea.

Mengenai isu perlucutan senjata dan non-proliferasi, pertemuan menyambut baik hasil Pertemuan Revisi Nuklir Non-Proliferation Treaty (NPT) di New York baru-baru ini, terutama dalam menghasilkan persetujuan yang didasari 3 pilar utama NPT, yaitu non-proliferasi, perlucutan senjata nuklir, dan energi nuklir untuk perdamaian.

Selain itu, pertemuan menggarisbawahi upaya Indonesia untuk meratifikasi Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty/CTBT (Traktat Larangan Ujicoba Nuklir Komprehensif, red), yakni larangan ujicoba ledakan nuklir segala jenis dalam lingkungan apa saja, baik untuk tujuan militer maupun sipil.

Pertemuan AEMM-18 itu dipimpin bersama oleh Menlu Brunei Darussalam sebagai Koordinator ASEAN, Menlu Spanyol sebagai Ketua Presidensi UE, dan Perwakilan Tinggi Urusan Luarnegeri dan Kebijakan Keamanan UE. (es/es)


Berita Terkait