"Problemnya di DPR. Di DPR kan bukan siapa yang mau memberantas korupsi, tapi siapa yang bisa mengamankan kepentingan saya. Ini membuat orang enggan masuk KPK," tuturnya di Kantor ICW Kalibata Jakarta Selatan, Minggu (30/5/2010).
Menurutnya, orang-orang yang tidak diharapkan bisa dicegah untuk mendaftar oleh pansel. "Saya kira peran pansel untuk mencari orang-orang yang bagus untuk mendaftar. Kita tarik orang bersih sehingga DPR tidak punya pilihan lain. Pansel harus sodorkan yang terbaik," tuturnya.
Lebih lanjut Danang menuturkan, banyak nama yang sebenarnya patut menjadi ketua KPK. "Ada orang yang bagus tapi sayang belum tentu mau. Ada Bibit Waluyo, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Achmad Santosa, atau Iskandar Sohanji. Tapi mereka takut tidak lolos di DPR," terangnya.
"Seharusnya mereka daftar lagi. Mereka tidak kalah di pansel tapi kalah di DPR," imbuhnya.
Sementara ketika disinggung mengenai rencana jemput bola oleh pansel, Danang merasa belum perlu cepat-cepat dilakukan. "Ya ditunggu saja sampai 14 Juni. Karena seperti sebelumnya paling banyak 2 hari terakhir. Tahun 2007 sampai 600 orang. Kalau KPK sih banyak yang daftar," ucapnya.
"Tapi bisa dari sekarang jemput bolanya. Karena orang tidak masalah dengan pansel tapi masalahnya di DPR," tandasnya.
(dip/gah)











































