"Tadi sempat macet, namun tidak terlalu panjang. Sekarang ini sudah normal kembali seperti biasa," kata Kapolres Bandung, AKBP Imran Yunus, saat dihubungi detikcom, Minggu (30/5/2010).
Menurut Imran, evakuasi truk pengangkut kulit basah tersebut memakan waktu cukup lama karena beratnya muatan. Truk itu harus diangkat dengan derek berkapasitas 300 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini sopir truk tersebut telah berhasil diamankan pasca terjadinya kecelakaan yang memakan 8 korban tewas itu. Bila cukup bukti, sopir tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka.
"Ya, nanti mengarah ke sana (terangka) setelah diperiksa. Kalau ada korban jiwa, tentunya harus dimintai keterangan lebih dulu," imbuh Imran.
Kecelakaan maut di tanjakan Nagreg ini terjadi Sabtu (29/5), kemarin, malam. Truk kontainer yang melaju ke arah Garut mundur kembali saat mendaki tanjakan di dekat Masjid Uswatun Hasanah, Nagreg.
Namun, truk tersebut tidak bisa dikendalikan karena rem blong. Truk itu lantas menabrak 3 mobil yang berjalan di belakangnya. Satu mobil, Toyota Kijang D D 1187 UV, tertimpa kontainer dan 8 dari 9 penumpangnya tewas seketika.
(irw/irw)











































