"Bisa kita tolak," kata Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil kepada detikcom, Kamis (27/5/2010).
Politisi PKS ini menjamin, proses seleksi di DPR akan dilakukan secara baik dan transparan. Menurut dia, anggota Komisi III DPR periode tahun ini akan bekerja lebih baik dari sebelumnya.
Tidak hanya itu, pada proses seleksi di DPR nanti, ia menjamin tidak akan terjadi suap-menyuap. "Anggota DPR sekarang mayoritas baru. Lalu, masa jabatannya juga belum lama. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan trauma," tambahnya.
Terkait maraknya para calon pimpinan KPK yang mendaftar dari kalangan advokat, Nasir menilai hal itu sebagai sebuah hal yang wajar. Siapa pun berhak untuk daftar, namun seleksi ketat harus tetap dilakukan.
"Nanti pansel punya pertimbangan. Mereka punya pertimbangan nurani yang mencerminkan bagaimana publik menyikapi calon-calon ini. Kalau OC Kaligis mau daftar silakan, tapi belum tentu lulus juga," urainya.
Penolakan terhadap calon yang diajukan pemerintah pernah dilakukan sebelumnya oleh DPR. Saat itu, calon Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadjojo ditolak. Kini Agus menjabat sebagai menteri keuangan.
"Dulu pernah sekali Pak Agus. Tapi kita jarang nolak. Mudah-mudahan calon yang diajukan pansel bagus-bagus," pungkasnya.
Pendaftaran calon pimpinan KPK sudah digelar sejak 25 Mei 2010 hingga 14 Juni 2010. Sejumlah calon sudah mendaftar, namun hanya beberapa orang yang sudah memenuhi persyaratan berkas. Di antara para pendaftar ada advokat OC Kaligis, Alamysah Hanafiah, dan Farhat Abbas. (mad/mad)











































