"Dari sisi pengamanan, saya tuntut kepada aparat ketua RT, saya untuk bisa memberi sosialisasi dan penjelasan penggunaan tabung gas," ujar Prijanto kepada wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (27/5/2010).
Prijanto menjelaskan dengan mengandalkan sosialisasi di tingkat rukun tetangga (RT), penggunaan tabung gas elpiji dipastikan akan lebih massif diterima warga ibukota.
"RT dan RW dikumpulkan di Kelurahan, mereka diberi penjelasan, lalu Ketua RT menjelaskan ke warganya, satu RT kan paling 25 kepala keluarga, jadi lebih gampang," terang pria yang berulang tahun pada tanggal 26 Mei ini.
Dengan gagasannya tersebut, Prijanto mengharapkan warga mengetahui bagaimana mengatasi jika terjadi kebocoran terhadap gas yang bisa menyebabkan ledakan dan kebakaran.
"Saya ini kalau disuruh ngasih sambutan ke warga yang saya kasih juga hal-hal sepele, seperti 3 M untuk memberantas nyamuk, atau jangan memasang stop kontak dekat tirai karena bisa kebakaran," terang mantan Assisten Teritorial Pangdam Jaya ini.
Meski memerintahkan perangkatnya untuk memberikan sosialisasi, orang nomor dua di DKI ini tetap meminta produsen tabung gas tetap memperhatikan standarisasi pembuatan tabung gas.
"Industrinya juga harus patuh terhadap standar yng ditentukan. Bahaya kalau tidak sesuai standar, karena bisa memakan korban, pengawasan perlu dilakukan," tutupnya.
(her/mad)










































