Bikers Kompak Tolak Pelarangan Isi Premium

Bikers Kompak Tolak Pelarangan Isi Premium

- detikNews
Kamis, 27 Mei 2010 16:38 WIB
Jakarta - Rencana larangan penggunaan bahan bakar premium bagi para pengendara motor mengundang kontroversi bagi bikers di Jakarta. Sejumlah warga Jakarta yang sempat berbincang dengan detikcom serempak menolak pertamax.

Seperti Rofyan (25) misalnya, sales mobil ini mengaku rencana pemerintah ini bakal menguras koceknya.

"Harus ada ide pemerintah biar enggak habis di ongkos. Kalo pake pertamax bisa baik 2 kali lipat," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendapat senada dituturkan Fauzi (26) karyawan swasta. "Sehari saya habis bensin Rp 10 ribu. Kalau pertamax sehari 2 liter minim 15 ribuan. Berat sekalilah, transport dari kantor juga enggak naik," ceritanya.

Ferdi (25) juga punya pendapat serupa soal kebijakan yang masih berupa usulan dari kementerian ESDM itu.Β  Bahkan kurir paket ini menilai pertamax fungsinya hanya untuk membuat mesin lebih awet.

"Premium ganti pertamax bikin susah. Pertamax sih buat bersihin mesin aja, pengennya tetap ada premium kalau saya," ujarnya.

Empati ditunjukkan Sutomo (35) yang berprofesi sebagai instruktur senam. Meski baginya ganti pertamax tidak terlalu masalah, tapi ia tidak tega dengan masyarakat kebanyakan yang sama-sama mengendarai motor.

"Saya sehari bensin 5 liter premium. Kalau terpaksa baru isi pertamax. Seandainya subsidi dicabut kasihan yang lain. Kalau saya sih tidak begitu masalah," katanya.

"Apalagi gaji tidak naik, alamat tekor saja itu. Kasian orang kecil kalau gajinya nggak naik. Buat bensin aja sebulan bisa Rp 500 ribu kalau pertamax," ucapnya.

Begitupun halnya Ahmad Setiadi (38) yang berprofesi sebagai kurir tidak setuju kalau pengendara motor tidak boleh membeli premium.

"Nanti masyarakat tambah repot. Orang-orang di Jakarta setiap hari rata-raya naik motor untuk kerja. Masak mau cari nasi harus nebus bensin yang mahal?," ujarnya.

(dip/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads