Bentrokan terkaji setelah seratusan mahasiswa dari berbagai fakultas kesal karena pihak rektorat USU tidak bersedia menemui para mahasiswa yang telah berunjukrasa sekitar dua jam lamanya. Tidak mendapat tanggapan, mahasiswa kemudian mendesak masuk ke dalam gedung rektorat. Aksi saling dorong terjadi hingga mengakibatkan kaca pintu utama gedung rektorat pecah.
Satpam menjadi marah setelah mengetahui salah seorang rekannya terluka akibat terkena serpihan kaca. Dengan membabi-buta satpam mengejar dan menggebuki mahasiswa menggunkan pentungan rotan. Akibatnya belasan mahasiswa mengalami luka memar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kordinator aksi, Ari mengatakan, aksi mahasiswa hanya meminta penjelasan pihak rektorat yang menaikkan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sampai 100 persen untuk mahasiswa baru yang efektif berlaku pada ajaran mendatang.
"Kami kecewa dengan pihak rektor yang tak mau menjelaskan alasan menaikkan uang kuliah sampai seratus persen. Saat ingin bertemu, satpam kampus arogan dan menendang mahasiswa. Kami langsung melawan dan mendesak masuk," kata Ari.
Sementara Kepala Satpam USU, Wara Sinuhaji mengatakan, kenaikan SPP telah diputuskan melalui Surat Keputusan (SK)Rektor USU sebelumnya, Chairudin P Lubis.
"Sudah ada SK yang menjelaskan kenaikan uang kuliah dari rektor sebelumnya. Kalau mahasiswa aksi damai, pihak rektor tentu akan mau bertemu," kata Sinuhaji.
(djo/djo)











































