"Justru, satpam ITC itu berusaha menghentikan penganiayaan dan membawanya ke dalam ITC," kata kuasa hukum Management ITC Mangga Dua, Hendra Keria Hentas kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (27/5/2010).
Hentas mengatakan, pihak security ITC malah tidak tahu menahu soal keributan di areal parkir. Kedua satpam itu hanya bertugas untuk melerai dan mendamaikan kericuhan yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiba-tiba ada seorang pengunjung yang mencabut senjata api. Kita tidak tahu siapa," ungkap Hentas.
Pihak ITC Mangga Dua mengklaim pria yang meletuskan pistol itu bukanlah suruhannya. Pihak ITC juga tidak mengetahui kalau ada anggota Brimob sedang berada di sekitar lokasi.
"Kita tidak tahu siapa dia. Kan pakai baju sipil," tegasnya.
"Bukannya anggota brimob itu beking ITC?," tanya wartawan.
"Bukan. Kita ngga tahu," balas Hentas.
Dalam kasus ini Polda Metro Jaya telah menetapkan dua tersangka yakni BSS dan IW yang diduga mengeroyok Briptu Gede. Briptu Gede meninggal di RS Gatot Soebroto setelah dikeroyok massa pada insiden keributan di ITC, Jumat (21/5) lalu. Menurut polisi keributan ini berawal dari cekcok mulut antara Briptu Gede dengan petugas parkir ITC Mangga Dua yang berujung Gede akhirnya melepaskan tembakan setelah dikeroyok massa.
(ape/irw)











































