Menteri Hukum dan HAM yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Patrialis Akbar, mengaku tidak keberatan dengan usulan itu. Asalkan hal itu dilakukan setelah masa pendaftaran selesai.
"Kalau itu diperlukan bisa saja," kata Patrialis saat ditanya kemungkinan Pansel melakukan pendaftaran jemput bola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Patrialis, setelah waktu pendaftaran ditutup pada 14 Juni 2010 Pansel akan melakukan verifikasi kepada calon-calon yang mendaftar. Kesempatan itu bisa saja digunakan untuk melakukan jemput bola pendaftaran orang-orang tertentu yang direkomendasikan.
"Masing-masing boleh merekomendiasikan kalau memang itu dianggap penting," tambahnya.
Namun Patrialis mengingatkan, prosedur yang harus ditempuh calon yang didatangi tetap sama dan tidak akan diistimewakan. Mereka tetap harus menyertakan berkas dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Pendaftaran jemput bola pun tidak boleh menafikkan calon yang mendaftar secara langsung ke Pansel.
"Yang mendaftar ini kita hargai dan hormati. Orang yang mendaftar ini orang-orang yang punya keyakinan diri untuk jadi pimpinan KPK," katanya.
"Kita tidak boleh suudzon dengan mereka yang sudah daftar ini," pinta Patrialis.
(Rez/irw)











































