"Meski telah berteriak wartawan tetap saja massa melakukan penyerangan fisik. Korban mengalami luka pada bagian kepala dengan 7 jahitan," kata salah seorang orator dari Radio Elshinta, Parni, Kamis, (27/5/2010).
Selain menabur bunga, wartawan juga membentangkan poster bertuliskan Usut Pemukulan Wartawan, Tangkap Pelaku Kekerasan. Hingga saat ini, kondisi korban masih terbaring sakit di rumahnya, di Jakarta Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian tersebut bermula ketika segerombolan orang berpakaian ormas merazia warung yang menjual miras. Beberapa wartawan yang sedang berkumpul tak jauh dari lokasi langsung mengabadikan peristiwa tersebut. Tapi anehnya, ormas tersebut tak mau diliput bahkan menyerang wartawan.
"Kalau razia ditempat umum, kenapa dilarang? Bahkan melukai wartawan. Ini kekerasan," tambah wartawan dari SunTV, Choky di tempat yang sama.
(asp/irw)











































