Dikisahkan ibu Supriyanto, Mintarmi (66), warga Jl Semeru Raya Tambunan Grogol No 117 RT 06 RW 10 Jakarta ini sempat hidup cukup mapan dari pekerjaannya.
"Anak saya dulu sempat jadi sopir. Nyopirnya sudah kemana-mana. Dari mobil biasa sampai bus. Terakhir jadi sopir metromini. Gajinya cukup lumayan," tuturnya kepada detikcom ketika ditemui di kediamannya, Rabu (26/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tengah jadi sopir itu minum pil anjing lagi. Ya jadinya kacau lagi," cerita Mintarmi.
Dengan kondisi setengah gila, Yanto masih dibiarkan tidak dipasung. Yanto pun diobati ke RSJ Cengkareng. "Setahun di sana dengan kabur-kaburan itu berhasil membuat anak saya sembuh," ujarnya.
Ayah 1 anak ini pun bertekad memperbaiki hidupnya. Ia memutuskan jualan pempek. "Yang bikin di rumah saya bantu. Dia keliling juga," kenangnya.
Pempek jualan Yanto ternyata cukup laris. Namun lagi-lagi pil anjing menjadi isi daftar jajanannya.
"Untung dari jualan yang cukup lumayan itu dibelikan lagi pil anjing sama bir pake es. Padahal sama dokter sudah dilarang karena ada gangguan kesehatan," katanya.
Dengan kondisi kejiwaan yang amburadul, Yanto harus rela ditinggal istrinya. "Istrinya sudah lama pergi. Semenjak tahu suaminya hidup dalam pasungan siapa yang mau?" ujar Mintarmi.
Supriyanto kembali menjalani perawatan di RSJ Grogol. Bekas pasungan beserta rantainya masih ada di rumahnya. Sang ibu hanya bisa berharap anaknya sembuh dan hidup normal. Sementara sang anak terus menanyakan keberadaannya.
"Kapan bapak pulang ?" tanya Yayuk sang putri lirih.
(dip/nwk)











































