Penyebabnya sang kakak sering menjual barang-barang di rumah. Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa di siang hari itu berawal pertemuan kakak-adik di rumah orangtuanya.
Selanjutnya kakak-adik itu terlibat pembicaraan soal kebutuhan sehari-hari. Saat itu pelaku mendapat laporan bahwa peralatan rumah tangga sering dijual, termasuk barang kebutuhan sehari-hari, oleh kakaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat perkelahian, tersebut Abdul Maad tewas akibat terkena bacokan parang adiknya yakni luka bacok di tangan kiri, telinga kiri nyaris putus, dan luka bacok kepala bagian belakang.
Selanjutnya warga mendengar keributan itu langsung membawa tubuh korban ke Puskesmas Tebat Agung. Namun di tengah perjalanan nyawa korban sudah tidak tertolong lagi. Sedangkan tersangka setelah melihat kakaknya tergeletak bersimbah darah langsung melarikan diri ke dalam hutan. Kini pelaku dalam pengejaran petugas Polsek Rambang Dangku, Muaraenim.
Kapolres Muaraenim AKBP Yohanes Suharmanto Sh Sik menjelaskan kepada pers di Muaraenim, pihaknya telah mengamankan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi. Dari hasil pemeriksaan dan saksi mata diduga kuat pelakunya adalah adiknya sendiri.
Ada pun motifnya diduga tersangka kesal dengan ulah korban yang sering menjual barang yang ada di dalam rumah seperti beras dan lain-lain. Selama ini tersangka merasa bersusah payah bekerja mencari uang untuk membantu kedua orangtua mereka, namun ternyata kakaknya yang sudah malas-malasan bekerja malah sering menjual barang di rumah.
(tw/nwk)











































