Sesosok pria sepuh yang mengenakan batik ikut mendaftar ini mengaku sebagai intel. Namun dia enggan menjelaskan identitasnya.
"Saya tidak suka menonjolkan diri," katanya di Pansel KPK, di Kantor Kementrian Hukum dan HAM, Jl Rasuna Said, Rabu (26/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu seorang pria tua bernama Maskur Laawena ikut mendatangi pansel KPK. Bukan main, pria ini mengaku sebagai Presiden Partai Negara Islam Indonesia.
"Saya sebagai presiden partai negara Islam Indonesia, saya inginkan indonesia bersih seperti hati saya bersih," ujarnya.
Maskur berjanji untuk membersihkan negara ini dari korupsi. Dia akan memotong, tangan para koruptor. "Tanpa pandang siapa pun saya akan potong tangannya atau kakinya," tegas dia.
(rdf/mad)











































