"Posisi Pak Ical adalah yang paling mungkin, enak kita dorong," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso. Hal itu dikatakan Priyo dalam disukusi bertajuk 'Pemimpin Muda PD dan Peta Politik 2014' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Hanya saja, lanjut Priyo, Aburizal belum mengomentari peluangnya itu. "Kata beliau masih terlalu pagi," kata Priyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PD Masih Dikendalikan SBY
Dalam kesempatan ini, Priyo Budi Santoso mengapresiasi terpilihnya Anas yang merupakan tokoh muda. Menurutnya, hal ini adalah indikasi mulai mencairnya budaya regenerasi. Namun begitu, Priyo menyayangkan kendali PD yang masih berada di tangan SBY.
"Ha! Anas? Waktu itu, saya liat di ponsel. Tapi kekagetan saya memecahkan kebekuan alih generasi di tubuh partai di Indonesia. Sayangnya saya melihat di PD sentrum masih ada di SBY bukan Anas. Beda dengan Golkar, kontrol penuh ada di Ketum," sindir Priyo.
Ketika disinggung soal apakah kemenangan Anas akan berimbas pada Pemilu 2014, ia tidak bisa memastikan. Meskipun hingga saat ini calon muda yang kiranya telah siap untuk diposisikan sebagai capres baru Anas.
"Belum kelihatan, kecuali ada kiamat kecil dimana SBY dibutuhkan untuk menjadi presiden 2014. Tapi itu tidak mungkin. Yang kelihatannya sudah siap baru Anas. Lainnya belum dan masih harus menunggu restu 'tokoh tua'," paparnya.
Priyo menambahkan, hasil Kongres II PD menandakan masyarakat sudah tidak memandang lagi umur untuk menjadi pimpinan partai. "Orang tak lagi bicara umur berapa untuk jadi pimpinan partai," ujarnya.
(lrn/yid)











































