"KPU sekarang mengalami distrust dari publik. Jadi, apapun yang diputuskan KPU akan menjadi tanda tanya bagi publik," kata Jeirry kepada detikcom usai menghadiri launching buku ' Khofifah Indar Parawansa Melawan Pembajakan Demokrasi, Pelajaran dari Tragedi Pilkada Jawa Timur', di Gedung Balai Kartini, Hall Anggrek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (25/5/2010).
Menurutnya, KPUD memiliki kewenangan cukup luas dalam menetapkan sesuatu terkait hajat besar Pemilu Kada.Β "Meskipun orang itu dinyatakan sehat oleh dokter, tapi KPU bisa bilang tidak lolos ya tidak lolos. Hal semacam ini yang sangat rawan dimanfaatkan oleh KPU," ujarnya.
"Jadi, maksud anda KPU diintervensi salah seorang pasangan calon?" tanya wartawan.
"Melihat kasus di Mojokerto ada ke arah sana. Menurut saya KPU terpengaruh incumbent atau entah dari pihak mana," jawab Jeirry.
(ahy/Rez)











































