Ingin Jadi Pimpinan KPK? Jauhi Teman dan Sahabat

Ingin Jadi Pimpinan KPK? Jauhi Teman dan Sahabat

- detikNews
Selasa, 25 Mei 2010 16:05 WIB
Ingin Jadi Pimpinan KPK? Jauhi Teman dan Sahabat
Jakarta - Ada persyaratan khusus yang harus dimiliki seorang calon pimpinan KPK. Tidak hanya ahli di bidang hukum dan mampu memberantas korupsi, pimpinan KPK juga harus berani menjauhi teman-teman lama dan sahabat dekat.

"Tekanan yang paling berat itu bukan ancaman tapi dari teman yang bersahabat ini yang memberatkan," kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar saat rapat bersama pansel KPK di Gedung Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (25/5/2010).

Menurut Haryono, godaan dari teman dan sahabat bisa muncul dalam proses penanganan kasus. Bahkan ancaman bisa sampai pemutusan hubungan tali silaturahmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau pejabat temannya banyak, pasti banyak tekanan dan banyak yang minta tolong," lanjutnya.

Untuk itu, Haryono meminta agar pansel mempelajari latar belakang lingkungan para calon pimpinan KPK. Termasuk dengan siapa saja calon tersebut bergaul.

"Kadang pas masuk jadi pimpinan KPK jadi lepas silaturahmi," imbuhnya.

Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah menambahkan, seorang pimpinan KPK harus  jadi contoh yang baik bagi anak buahnya. Mulai dari hal yang paling kecil seperti penggunaan mobil kantor hingga penerimaan uang dan barang harus dihindari.

"Kebiasaan buruk menerima pulpen pun tidak boleh. Pakai mobil kantor untuk pulang ke rumah juga akan jadi kecaman di kantor," tambah Chandra.

Pimpinan KPK juga dilarang menerima honor di luar seperti saat menjadi pengajar tamu di universitas atau pembicara di forum-forum tertentu. "Nanti kalau diizinkan dari Senin sampai Jumat bisa ngajar terus," tegasnya.

Terkait usulan ini, anggota pansel KPK Todung Mulya Lubis berjanji akan menampungnya saat melakukan seleksi nanti. Advokat ini setuju jika seorang pimpinan KPK harus bisa mengisolasi dirinya dari dunia luar.

Menurut Todung, jika tidak mampu memenuhi kriteria tersebut, sebaiknya para calon yang sudah berniat daftar, mundur saja.

"Bisa nggak hapus nama di HP kecuali istri dan anak? Tak boleh main golf, ketemu caddy lagi. Betapa sulit jadi pimpinan, setengah malaikat setengah dewa. Kalau nggak bisa nggak usah daftar," timpal Todung.

(mad/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini