"Kita minta dari pihak Kasat Reskrim memediatori kasus ini. Kalau bisa diselesaikan di luar pengadilan saja. Karena masih banyak masalah lain yang lebih penting," kata George.
Hal ini disampaikan George usai menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Selasa (25/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada maksud memukul. Memang ada perbedaan paham antara saya dengan Ramadhan. Itu refleks karena saya dulu suka main badminton," ujar George yang mengenakan kaos warna hitam, syal hitam, dan mengenakan topi warna merah ini.
George mengatakan, jadwal pemeriksaan sudah selesai. "Selanjutnya, apakah ini di-SP3, dimediasi, atau pengadilan, lihat saja nanti," kata George.
George mengaku dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik sejak pukul 10.15 hingga pukul 14.45 WIB. Ia ditanya seputar kronologi kejadian di Doekoen Coffee, Jakarta Selatan, dan hubungannya dengan Ramadhan Pohan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Nurdi Satriaji mengatakan siap menjadi mediator.
"Selaku penyidik punya akses ke George dan Ramadhan. Akan kami sampaikan kepada Ramadhan agar diselesaikan dengan metode alternatif. Tindak lanjut seperti apa, itu terserah Ramadhan," kata Nurdi.
(aan/nrl)











































