"Setelah kita mintai keterangan dari keluarga Pak Didik, beliau menderita sakit jantung," kata Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Makmur Simbolon saat dihubungi wartawan, Selasa (25/5/2010).
Makmur mengatakan, mayat Didik ditemukan sudah tak bernyawa di mobil pribadinya Toyota Camry hitam B 48 DY. Sebelum Didik meninggalkan kediamannya di Jl Kesehatan No 88 RT 2 RW 1 Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Didik sudah tampak kurang sehat. Didik mengeluh sakit kepada istrinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Makmur, berdasarkan keterangan dari saksi keluarga, kepergian Didik untuk berobat memang tidak didampingi oleh siapa pun. Diduga di dalam perjalanan, kondisi Didik sudah memburuk.
"Sesampainya di Tanah Kusir, mobilnya menabrak trotoar. Waktu itu ada orang yang melihat dan cerita ke majikannya. Majikannya telepon ke Polsek," ujarnya.
Kemudian, lanjut Makmur, polisi mengecek ke TKP. Saat tiba di TKP, polisi melihat mobil Didik masih menyala. Polisi kemudian memecahkan kaca mobil untuk memastikan kondisi Didik. Setelah dicek di tubuh korban, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
"Lalu kita hubungi keluarga korban dan dari keterangan keluarga korban, beliau memang sakit jantung. Korban dibawa ke RS Fatmawati," imbuhnya.
(gus/fay)











































