"Saya mencontoh, umpamanya kalau di dalam mobil, saya dan istri selalu berpegangan tangan. Kalau mau tidur, tangan istri saya pegang," ujar Rahardi di TMP Kalibata, Jakarta, Selasa (25/5/2010).
Dari sang istri pula Rahardi berkenalan dengan Ainun Habibie. Perkenalan itu berlangsung pada tahun 1970, atau empat tahun sebelum BJ Habibie kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan tugas belajarnya di Jerman.
"Istri saya kan juga dokter, kami betul-betul dekat sejak dulu. Saya memanggil beliau Mbak Ainun," sambungnya.
Sejak itu kedekatan hubungan antara keluarga Rahardi Ramelan dengan BJ Habibie terjalin. Sedemikian dekat, sampai-sampai Ainun Habibie sempat mengajak Rahardi Ramelan dan istri untuk ikut beribadah haji sebagai anggota keluarga atas undangan Sultan Saudi Arabia.
"Saya jadi tersentuh kalau bercerita ini," ujar Rahardi yang tiba-tiba terisak.
(lh/fay)










































