Air berkah diambil dari mata air Umbul Jumprit Kecamatan Ngadirejo, Temanggung tiba dengan dikawal ratusan bikhuni di pelataran Candi Borobudur, Magelang sekitar pukul 15.30 WIB, Senin (24/5/2010).
Sebelum air suci disemayamkan, terlebih dulu dilakukan doa atau pembacaan parita secara bersama bersama-sama tepat di depan monumen Candi Borobudur. Air suci yang ditempatkan dalam 15 buah kendi, diletakan di depan altar patung Budha yang sengaja dibangun di depan Candi Borobudur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhu Dwi Virya, Bikuni dari Sangha Mahayana Wihara Avaloytes Jakarta, menyatakan setelah air berkah disemayamkan ke dalam candi, prosesi akan dilanjutkan dengan Pengambilan Api Dharma pada hari Selasa(25/5/2010) besok.ย Umat Budha akan menerima api dharma yang diambil dari sumber api abadi di Mrapen, Purwodadi-Grobogan Jawa Tengah.
"Api dharma juga akan disemayamkan bersama air berkah di sini sebelum diarak keliling Candi Borobudur. Sedangkan untuk detik-detik waisak akan jatuh pada hari Jumat (28/05/10) pukul 06.07.23 WIB," tegasnya.Ratusan Bikhuni Thailand Tak Hadir
Ratusan bikhuni dari Thailand yang terdiri dari Bikuni Sangha Theravada dan Damayut, membatalkan kunjungannya ke Indonesia untuk merayakan Waisak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Hal tersebut terkait pergolakan politik lokal di Thailand.
"Karena ada kerusuhan di Thailand, mereka hanya mendatangkan sebanyak 30 orang saja," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, David Hermanwijaya, di Magelang, Senin (24/5/2010).
ย
Namun David berharap, hal ini tidak menurunkan semangat umat Budha untuk memperingati Tri Suci Waisak. Momen ini, lanjutnya, bagi umat Budha akan dijadikan sarana untuk memanjatkan doa agar terjadi perubahan yang baik di tanah air.
"Kita menyatakan dalam doa supaya terjadi perubahan moral yang baik dan jernih menuju kepada yang hijau yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme," ungkap David. (djo/djo)










































