Dengan enteng, mereka menempelkan aneka komponen tersebut dengan solder. Padahal, tingkat kesulitan perakitan netbook cukup tinggi.
"Salah baut saja, tidak akan bisa digunakan," ujar Kepala Jurusan Elektronika SMKN 26, Agus Rusmantoro, di sekolahnya, Jl Balai Pustaka, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (24/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya dikerjakan manual. Sesuai buku petunjuk dari PT Advan," terang Agus.
Karena dikerjakan dengan manual, tidak ada peralatan canggih di sini. Ruang perakitan komputer tersebut berada di lantai II. Hanya ada alat solder serta berbagai komponen komputer di sini. Ruangan pun terasa agak panas.
"Sengaja agak panas, agar komponen kuat. Di pabrik malah lebih panas lagi," tambah dia.
Setiap harinya, 20 anak berada di ruangan ini untuk praktek perakitan komputer. Siapa sangka sebuah netbook canggih dihasilkan dari ruang pengap berukuran 5 kali 5 meter, oleh anak kelas 2 SMK?
(rdf/fay)











































