"Sebagai seniman, kita melihat masalah-masalah sosial politik kita. Sebagai seniman mencari ada gejala. Kita independen untuk mencari penyeimbang harmoni," ucap Suhardi yang melukis Susno tengah berdoa menengadah di halaman Pn Jaksel Jl Ampera Raya, Senin (24/5/2010).
Berbeda dengan Ki Suhardi, Ki Jitno Slamet melukis Susno menggunakan baju tahanan doreng hitam-putih. Dimulutnya, Susno tengah meniup terompet kebenaran berwarna merah. Sementara pelukis lain meggambarkan Susno dalam betuk yang lebih abstrak, berupa goresan-goresan kuas yang kuat dan warna-warni.
"Kita hanya realita. Ada sesuatu hal, kita perlu melihat dengan hati nurani," imbuhnya.
Menurut perupa tersebut, hasil lukisan akan dilelang. Pebagianya 50
persen buat kegiatan amal, 40 persen buat perupa, dan 10 persen untuk
panitia. Sementara pengunjung pengadilan tampat berhenti sejenak untuk melihat pelukis itu bekerja. (Ari/mpr)











































