"Artinya Partai Demokrat selama ini kan 'menyusu' kepada SBY, mulai sekarang harus menyapih dirinya. Dan proses penyapihan ini harus dilakukan Anas sebagai tanggung jawabnya selaku ketua umum," kata Chief Executive Officer Political Marketing Consulting, Eep Saefulloh Fatah, kepada detikcom, Senin (24/5/2010).
Menurut penilian Eep, tugas yang kedua itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan oleh Anas. Sebab, SBY sendiri sudah bersikap demokratis menanggapi dinamika di dalam tubuh partainya serta tidak ingin menjadi figur dominan.
Sikap itu misalnya ditunjukkan SBY dengan membiarkan para calon ketua umum PD berkompetisi secara sehat. SBY tidak sedikit pun mengintervensi jalannya pemilihan ketua umum yang dimenangkan oleh Anas.
"Kita lihat bukti bahwa SBY membiarkan kompetisi berjalan secara sehat. SBY menunjukkan bahwa ia tidak seburuk yang orang sangka. Ini sangat kontras dengan partai-partai lain di mana tokoh-tokoh tertentu amat dominan," kata Eep.
Eep mengatakan, Anas adalah orang yang cocok untuk menuntaskan agenda kemandirian PD. Politisi muda asal Blitar, Jawa Timur, itu mempunyai kesempatan untuk menawarkan gagasan-gagasan kemandirian itu guna memperkuat PD tanpa harus berkhianat kepada sejarah.
"Saya kira PD memang membutuhkan orang seperti Anas karena sepanjang pembentukannya sebagai partai, PD belum teruji memiliki pilar yang kuat," cetusnya.
(irw/nrl)











































