"Saya kira dia memang layak. Makanya dipilih karena dianggap layak. Anas ini sosoknya lebih low profile dibanding dengan Andi," ujar pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris pada detikcom, Minggu (23/5/2010).
Syamsuddin menilai, sosok seperti Anas itulah yang lebih diinginkan masyarakat. Tidak seperti sosok Andi yang dinilai Syamsuddin lebih high profile.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Syamsuddin memberikan alasan mengapa Andi terkalahkan oleh Anas pada putaran pertama Kongres II PD. Syamsuddin mengatakan, Andi hanya mengandalkan kampanye media.
"Andi kan andalannya pada kampanye media. Dia tidak punya basis. Sedangkan Anas punya basis di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)," jelasnya.
Dari hasil survei juga, Anas diprediksi akan mendapat dukungan lebih banyak ketimbang Andi. "Indikasi hasil survei lebih banyak untuk Anas. Kecuali lembaga survei FOX yang memang lebih banyak mendukung Andi," ungkapnya.
(mei/irw)











































