"Mantan polisi dan jaksa sudah. Saatnya mantan advokat. Ya bergiliran supaya bergantian. Karena kita sudah tahu gimana kalau ditangani jaksa dan polisi," kata Jimly usai melayat ke rumah Habibie di Jl Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (23/5/2010).
Usulan Jimly berdasarkan keinginannya untuk melihat profesi advokat yang bersih. Alasannya, selama ini seluk beluk mafia hukum dikenal berhubungan erat dengan para pengacara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
hukum mulai dari advokat," paparnya.
Saat ditanya nama-nama advokat yang layak jadi pimpinan KPK, Jimly enggan menyebutkan. Ia hanya menegaskan, profesi advokat cocok karena dikenal banyak masalah namun bisa juga sebagai orang yang bisa menyelesaikannya.
"Tetap saya usulkan advokat. Karena advokat banyak bermasalah," tegasnya.
Prosesi penjaringan pimpinan KPK dianggarkan makan dana Rp 2,5 miliar. Pimpinan yang terpilih akan bertugas selama 4 tahun.
(mad/nrl)










































