"Ibu orangnya satun. Sama siapa saja ramah. Beliau juga sering mengobrol di sela-sela kesibukannya dengan kami," ujar Serma Pur Kholil di rumah Habibie, Jl Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Minggu (23/5/2010).
Kholil merasa kehilangan dengan kepergian Ainun Habibie. Banyak kenangan saat dia masih mengawal. Selain mengingat Ainun selalu berbahasa Jawa halus jika berbicara dengan para pengawalnya, Kholil pun mengaku senang bisa melawat ke Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah pensiun, Kholil masih diminta mengawal BJ habibie dan keluarganya. Hingga saat ini, dirinya telah 12 tahun mengabdi pada keluarga Habibie. Hingga tahu kegemaran Ainun.
"Ibu Ainun itu paling hobi jogging. Hampir setiap hari di Jerman Jogging. Tidak peduli panas dingin," tambahnya.
Namun hobi Jogging tersebut hanya dilakukan Ainun saat di Jerman. Jika di Indonesia Ainun hanya fitnes atau lari di atas treadmill. "Ibu itu sensitif debu. Mungkin kena sinus. Udara di sini banyak debu, jadi ibu tidak pernah jogging," terangnya.
Kholil mengaku terakhir bertemu dengan Ainun 2 bulan lalu. Saat itu Ainun dan Habibie berada di Jakarta. Kholil pun turut mengawal saat pasangan itu berziarah ke makam orang tua Ainun di Bandung.
(rdf/rdf)










































