Agar peserta Kongres II PD mudah melakukan simulasi, sebuah 'bilik suara' didirikan hall tempat makan. Di dalam bilik disediakan seperangkat alat e-voting yang persis dengan alat yang hendak digunakan dalam tahap pemilihan suara.
Alat terdiri dari mesin scanner infra red, monitor layar sentuh 12 inch dan printer surat suara. Langkah pertama, Ketua DPD dan DPC menempelkan barcode untuk verifikasi bila mereka memang punya hak suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilihnya jangan lama-lama Pak, ini sudah disetting waktunya maksimal 30 detik," ujar Ketua OC Kongres II PD, Didik Mukriantoro kepada peserta yang mencoba simulasi.
Tidak sedikit peserta yang bertanya soal asas rahasia dalam pemilihan. Mereka merasa identitas mereka tidak terlindungi sebab langsung tercatat berikut nomor caketum pilihan mereka dalam bentuk data digital.
"Setelah penghitungan digital selesai, data itu sama-sama kita hancurkan di hadapan forum. Pegangan kita adalah bukti manual tadi," jawab Didik.
(lh/rdf)











































