Bahkan dalam produknya mereka menawarkan kredit pinjaman dengan bunga yang tak terlalu tinggi. Namun hal ini belum menjadi daya tarik pedagang pasar tradisional di Bukittinggi, Sumatera Barat.
"Kalau kita ke pasar nagari di Minang, para pedagang kita masih pinjam uang ke tengkulak yang bunganya sampai 100 persen," ujar anggota DPR RI FPKS, Irwan Prayitno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, kata Irwan, Pemerintah melalui bank menyediakan pinjaman dengan bunga hanya 12 persen per tahun. Untuk itu, putra asli Minang ini berpesan agar masyarakat mau mengubah pola pikirnya dengan lebih memilih meminjam kepada bank.
"Kita pinjam dana bukan rugi tapi justru meningkatkan usaha kita. Apalagi pinjaman lewat KUR sangat menguntungkan bagi kita," imbuh pria bergelar Profesor tersebut.
Sementara itu Walikota Bukittinggi, Ismet Amzis, mengatakan kalau di wilayahnya ada tiga pasar. Ketiga pasar tersebut, kata Ismet, dijadikan basis untuk meningkatkan usaha mikro tanpa bergantung pada renternir.
"Di kota kami, usaha mikro kami tingkatkan permodalannya. Sehingga tidak lagi bergantung dengan renternir," jelasnya.
Acara sosialisasi sendiri di gelar di Taman Jam Gadang yang juga berada di depan Pasar Atas Bukittinggi. Pada acara yang digelar malam hari tersebut, beragam kesenian Minangkabau ditampilkan sehingga mengundang masyarakat untuk hadir.
(ddt/gah)










































