Isu penggabungan kekuatan AU dan AM sebenarnya telah terdengar sejak rapat pleno pertama dibuka, Sabtu (22/5/2010) siang. Pasca pencabutan skorsing rapat yang sempat deadlock akibat perdebatan perubahan jadwal pelaksaan pemilihan Ketum DPP PD 2010-2015.
Voting yang memenangkan opsi B juga disebut-sebut sebagai buah kecerdikan AU memanfaatkan situasi. Padahal pihak MA yang menginginkan agar pemilihan ketua umum digelar sebelum rapat pembahasan AD/ART PD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua kemungkinan memang bisa terjadi, ini kan politik," jawab Ketua Timses AM, Nachrowi Ramli, tentang isu koalisi itu.
Hasil voting juga membuktikan bahwa lebih separuh DPC yang menyatakan mendukung AM ternyata condong ke AU. Indikasinya mereka tidak ngotot agar rapat pleno yang pada saat itu dipimpin Jhony Allen Marbun (dari Timses AU) menolak mengokomodir usulan voting opsi A dan B.
Mereka juga tidak ngotot mencegah usul agar pemilihan Ketum DPP PD dilakukan sebelum sesi pembahasan AD/ART sebagaimana jadwal yang ada. Padahal waktu itu rapat pleno dipimpin oleh Agus Hermanto dan Edi Baskoro Yudhoyono (dari Timses AM).
(rdf/rdf)











































